Jumat, 25 Oktober 2013

PROSES dari "Masterpiece In My Self"


Dalam perjalanan hidupku selama ini, aku beranggapan bahwa diriku belum pernah mengalami masa dimana aku memperoleh sebuah masterpice. Aku saat ini hanya mencoba dan terus mencoba bagainmana aku dapat memperolehnya.

Berawal dari sebuah mimpi, aku mencoba untuk memulai karya terbesarku. Dengan mimpi, aku dapat memotifasi diriku agar bisa mencapai semua yang aku inginkan, termasuk masterpiece itu sendiri. James Gwee pernah berkata bahwa untuk memulai suatu hal yang luar biasa, milikilah sebuah mimpi yang besar. Mimpi itu sebagai motivator dalam dirimu agar mencapai hasil yang sangat memuaskan. Meskipun semua orang beranggapan mimpimu adalah hal yang mustahil, jangan pedulikan mereka. Buktikan bahwa kamu bisa meraih semua itu.

Menciptakan suatu motion graphic berskala internasional adalah mimpiku sejak dulu. Mengapa saya memimpikan hal tersebut? Pertama kali saya berminat pada hal tersebut ketika saya melihat beberapa karya film Hollywood yang sangat menakjubkan. Saya termotivasi untuk membuat hal yang lebih dari itu semua.


Setelah mimpi itu kumiliki, saya berusaha untuk mewujudkannya. Aku terinspirasi dari kisah ayah dari Paris Hilton. Siapa yang tidak tahu Paris Hilton. Artis Hollywood yang amat terkenal tersebut ternyata memiliki kakek yang amat sngat gigih dalam berusaha mencapai mimpinya. Namanya adalah Conrad Hliton.


Semasa muda Hilton bermimpi ingin menjadi pemilik dari sebuah hotel yang amat mewah di California, Amerika Serikat. Saking kepinginnya, tiap hari dia melihati gambar hotel tersebut setiap hari sambil berkata,”saya yakin akan memilikinya.” tean-temannya bahkan keluarganya menganggap Hilton tersebut sudah gila , karena tidak mungkin seorang yang tidak punya harta lebih bisa memiliki hotel yang sangat mewah itu. Tapi Hilton yakin akan memilikinya.




Hilton menempuh mimpinya tersebut dengan cara mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Awalnya dia bekerja di suatu perusahaan. Kemudian gajinya disimpan untuk membeli sebuah penginapan kecil-kecilan. Lalu membeli sebuah villa. Kemudian membeli sebuah hotel kecil. Setelah 32 tahun mengumpulkan uang, akhirnya diapun bisa mendapatkan hotel megah tersebut. Sampai sampai Hilton sekarang memiliki banyak hotel di berbagai negara.

Dari cerita itulah saya termotivasi untuk melakukan hal tersebut. Hilton saja bisa, mengapa saya tidak. Awal dari perjuangan saya meraih mimpi itu adalah dengan melanjutkan jenjang skolah lanjutan saya ke SMK jurusan Multimedia. Kemudian daya berusaha terus mengembangkan semua itu. Ini alah beberapa cuplikan motion graphic yang saya buat. Belum sempurna memang, tapi saya akan berusaha dan berusaha demi terwujudnya mimpiku agar dalam menghasikan Matepice dalam diriku. Amiiin....

 
Karyaku saat magang di salah satu stasiun televisi ( Slide HUT KSTV ke 6 )

 
Karyaku saat magang di salah satu stasiun televisi ( iklan program acara )

Rabu, 23 Oktober 2013

PROSES... Kunci Masterpiece-ku




Masterpiece, sebuah kata yang unik menurut saya. Mengapa unik? Karena dalam kata tersebut kita dapat mengubah diri kita menjadi hal yang luar biasa jika kita dapat mencapainya. John Woofen pernah berkata :”Make each day your masterpiece!” Hidup pada tingkat itu adalah konsep yang kuat dan menantang . Sebagian besar dari kita jatuh saat awal melangkah dan tidak mau mencoba lagi. Kita hanya menyalahkan keadaan kita dan orang di sekitar kita sendiri. Namun , semua itu afalah hal yang salah, kita hanya harus mencoba dan terus mencoba agara masterpice yang ada pada diri kita tercapai.

 Dalam hatiku, semua yang ada dalam dunia ini tidak ada yang instan, semua perlu proses dan tidak akan ada hal yang mustahil jika melakukannya dengan proses. Awalnya saya hanya berfikir bahwa jika saya melakukan sesuatu dalam memecahkan masalah, saya hanya terfokus pada satu hal dan berfikiran bahwa tidak dapat mencari kesana tanpa cara tersebut. Tetapi saya menyadari bahwa itu adalah pemecahan masalah yang amat sulit. Jadi saya masih berdiri tak melakukan apapun sama sekali. Saya hanya menunda, berbicara dan bermimpi , bukan menciptakan karya .

Mungkin ini bukan tentang memiliki warna sempurna hijau sebelum kita mencoba .

Mungkin ini tentang menggunakan biru dan kuning yang sudah ada di tangan kami .
           

Lainnya hanya berfokus pada apa yang kita dapat dengan mudah dilihat . Begitu banyak sehingga menjadi hampir mustahil bagi kita untuk melihat bagian kita dalam gambar megah . Tidak dapat bermimpi, kita terjebak dalam hari ke hari . Kami menggunakan warna yang sama kita selalu digunakan . Kami melukis bentuk yang sama , di tempat yang sama .

Apa yang akan kita lihat jika kita mengambil langkah mundur dan melihat hal-hal dari perspektif yang berbeda ?

Mereka bilang hidup itu bagaikan seni, tapi mungkin sebaliknya. Bagi saya hidup dapat menjadi rumit . Dan navigasi tentu bisa jadi menakutkan - tapi itu lebih sederhana daripada kita membuatnya . Ketika saya lebih mendekatinya, itu semua hanya tongkat dan lingkaran . Itulah keindahan nyata itu . Semuanya bekerja sama untuk membuat sesuatu yang indah .Saya hanya harus cukup sabar untuk membiarkan dan bekerja dalam sebuah proses, selanjutnya hanya menunggu hasil dari Masterpiece in My Self.